Jumat, 21 Desember 2012

TAHAPAN PENCIPTAAN MANUSIA


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Al-Qur`an sebagai pendoman hidup manusia. Ayat-ayat dalam al-Qur`an sudah menjelaskan tentang segala sesuatu di muka bumi ini, termasuk mengenai proses penciptaan manusia. Bagaimana seorang manusia dapat tercipta di dunia ini sebagai makhluk yang paling mulia di bumi.
Ada ayat-ayat yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, ada pula ayat-ayat yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat, tembikar, lumpur, sari pati tanah, sari pati air yang hina, air yang tertumpah, dan mani yang dipancarkan. Untuk lebih mengetahui mengenai hal tersebut maka dengan judul Penciptaan manusia kami paparkan bagaima penciptaan manusia.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah mengacu kepada bagaimana penciptaan manusia di muka bumi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hadist Tentang Penciptaan Manusia

Abdullah bin Mas’uud r.a berakta. Rasulullah SAW yang benar dan harus dibenarkan telah menerangkan kepada kami: sesungguhnya seseorang terkumpul kejadiannya dalam perut ibunya empat puluh haru beruma mani, kemudian berupa sekepal darah darah selama itu juga, kemudian berubah berupa sekepal daging selama itu juga, kemudian Allah mengutus Malaikat yang diperintah mencatata empat kalimat dan diperintah : Tulislah amalan, rizqinya, ajalnya dan nasib baiknya atau sial (celaka), kemudian ditiup ruh kepadanya. Maka sesungguhnya adakalanya seorang dari kamu melakukan amala ahli sorga sehingga antaranya dengan sorga hanya sehasta, tetapi ada ketentuan dalam surat pertama, tiba-tiba melakukan amal ahli neraka, dan adalanya seorang berbuat amal ahli neraka sehingga antaranya dengan neraka hanya sehasta, tiba-tiba dalam ketentuan suratannya ia berubah mengerjakan amal ahli sorga (Bukhari, Muslim)
Allah memberi tahu kepada makhluk yang telah tercipta lebih terdahulu, terutama para malaikat, bahwa Dia akan menciptakan khalifah (penguasa atau Petugas) di muka bumi. Yang dimaksud dengan khalifah adalah makhluk manusia dan yang pertamanya diberi nama Adam. Al-Quran telah menyatakan  bahwa Allah telah menciptakan seorang yang bernama Adam, yang merupakan asal jenis manusia. Dan bahwa jenis manusia itu diciptakan dari tanah kemudian ditiupkan rohnya maka jadilah wujud manusia. Di samping itu penciptaan manusia pertama tidak melalui proses dari kecil atau bayi kemudian membesar yang memakan waktu dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun akan tetapi, ia tercipta secara “instan” langsung dalam bentuk besarnya yang  sempurna seperti yang ada. Dalam al-Quran juga dijelaskan bahwa generasi manusia berikutnya setelah Adam tidak lagi diciptakan dari tanah. Tetapi terbentuk dari sperma yang sekalipun bila ditelusuri ia berasal dari tanah juga. Sebagaimana difirmankan dalam Al-Quran surat As-Sadjah ayat 7-9:
Artinya: Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
1.      Penciptaan manusia
Manusia setelah Adam diciptakan melalui beberapa fase penahapan, fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara inti sel telur dengan inti sel sperma. Dari ratusan juta sperma  hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Fertilisasi berlangsung di saluran telur, saat fertilisasi  kepala sperma menembus dinding sel telur sedangkan ekornya tertinggal di luar. Selanjutnya inti telur dan inti sperma bersatu setelah bersatu ovum menjadi zygote. Tahap-tahap perkembangan embrio menjadi janin dan menjadi bayi yang siap dilahirkan  adalah sebagai berikut. Perkembangan janin dibagi dalam tiga tahapan besar.
Pertama adalah perkembangan pada triwulan I, mulai dari zygote terbentuk sampai janin berusia tiga bulan; perkembangan terpusat pada perkembangan fungsi-fungsi organ, seperti otak, jantung, paru-paru. Pada triwulan II (bulan empat, lima dan enam) pertumbuhan terpusat pada anggota tubuh yaitu kaki, tangan, jari-jari, pada triwulan III, dapat dikatakan bahwa pembentukan sebagian organ telah lengkap dari sperma hingga menjadi bentuk janin  memakan waktu selama 120 hari yakni sebagai berikut:
a.       Tahap pertama, dalam bentuk sperma yang meresap dalam tubuh perempuan atau kandungan ibu. Melalui proses selama empat puluh hari (masa ngidam);
b.      Tahap kedua, adalah dalam bentuk ‘alaqah yakni pembekuan atau penggumpalan darah dan menempel di dinding rahim, melalui proses selama empat puluh hari;
c.       Tahap ketiga, adalah dalam bentuk mudhgah (embrio) yang melalui proses selama empat puluh hari, sehingga semua  proses tersebut berjumlah 120 hari atau empat bulan; dan kemudian;
d.      Tahap keempat; adalah adanya roh atau jiwa pada janin dan jadilah manusia.
Dengan demikian manusia setelah Adam dan Hawa, tidak lagi tercipta dari tanah secara instan langsung menjadi manusia dewasa. Akan tetapi ia tercipta dari sperma dan melalui proses dalam rahim di perut seorang ibu. Kemudian manusia terlahir ke dunia dan menuju kematangan yang memakan waktu cukup lama. Bahkan makhluk hewan lebih cepat matang dari manusia. Berbeda dengan hewan, untuk bisa bicara dan makan serta berbicara, manusia memerlukan waktu yang relatif tidak sedikit.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Al-Quran telah menyatakan  bahwa Allah telah menciptakan seorang yang bernama Adam, yang merupakan asal jenis manusia. Di samping itu penciptaan manusia pertama tidak melalui proses dari kecil atau bayi kemudian membesar yang memakan waktu dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun akan tetapi, ia tercipta secara “instan” langsung dalam bentuk besarnya yang  sempurna seperti yang ada. Dalam al-Quran juga dijelaskan bahwa generasi manusia berikutnya setelah Adam tidak lagi diciptakan dari tanah. Manusia setelah Adam diciptakan melalui beberapa fase penahapan, fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara inti sel telur dengan inti sel sperma.
Perkembangan janin dibagi dalam tiga tahapan besar. Pertama adalah perkembangan pada triwulan I, mulai dari zygote terbentuk sampai janin berusia tiga bulan; perkembangan terpusat pada perkembangan fungsi-fungsi organ, seperti otak, jantung, paru-paru. Pada triwulan II (bulan empat, lima dan enam) pertumbuhan terpusat pada anggota tubuh yaitu kaki, tangan, jari-jari.
B.     Saran-saran
Kami menyadari akan kekurangan dalam makalah ini, maka pembaca dapat menggali kembali sumber-sumber lainnya, untuk menyempurnakannya. Jadi kami harapkan kritik yang membangun dari anda sekalian, untuk kami lebih bisa baik dan sempurna lagi dalam pembuatan makalah ini selanjutnya

 DAFTAR PUSTAKA
Abdul Latif Faqih, Rahasia Segitiga Allah-Manusia-Setan, Jakarta Selatan, Hikmah (PT Mizan Publika), 2008

Jumat, 07 Desember 2012


LAPORAN PRAKTIKUM


PEMBUATAN LARUTAN


Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu

Mata Kuliah          :  Praktikum Kimia Dasar I
Dosen                   :  Kartimi, M. Pd








                                                                                                               




Oleh :



MUHAMMAD TAUFIK
07460901





JURUSAN TARBIYAH / IPA BIOLOGI





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2012


PRAKTIKUM III
PEMBUATAN LARUTAN
A.    Kompetensi Dasar
Mahasiswa mampu memahami larutan dan prinsip-prinsip stoikiometri

B.     Tujuan
1.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan berbagai konsetrasi
2.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan pengenceran berbagai konsentrasi
3.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan pencampuran berbagai konsentrasi

C.    Dasar Teori
Cara membuat larutan aplikasinya banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin anda pernah membuat air the manis. Untuk menghasilkan larutan yang sesuai dengan yang diharapkan tentu anda harus bisa mencampurkan bahan-bahan dengan komposisi yang sesuai. Keterampilan membuat larutan tentu sangat banyak manfaatnya baik dilabolatorium maupun dibidang industri.
Molaritas (M) adalah suatu konsentrasi yang mengukur banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Dapat ditulis dengan rumus :


Rounded Rectangle:     atau
 




Membuat suatu larutan untuk suatu eksperimen dapat dilakukan dengan melarutkan zat padat (Kristal) atau dengan melakukan pengenceran larutan konsentrasi tinggi menjadi konsentrasi rendah. Pengenceran adalah penambahan zat pelarut kedalam suatu larutan, sehingga konsentrasi larutan menjadi lebih kecil dengan menambahkan air (pelarut). Dengan rumus :
                                            
Rounded Rectangle: M1.V1 = M2.V2Dimana :
M1 = Molaritas mula-mula
V1 = Volume larutan mula-mula
M2 = Molaritas akhir (setelah pengenceran)
V2 = Volume akhir (setelah pengencer)

Adapun dua atau lebih larutan sejenis jika dicampur maka molaritas campuran dapat dihitung dengan menggunakan rumus :



Rounded Rectangle:
 




D.    Alat dan Bahan

ALAT  :



Neraca
1 buah
Labu ukur 100 ml
1 buah
Gelas Kimia 100 ml
1 buah
Kaca Arloji
1 buah
Pengaduk
1 buah
Pipet volume 10 ml
1 buah




BAHAN  :



·         NaCl



·         CO(NH­2)2



·         C11H22O11




E.     Langkah Kerja
a.         Membuat larutan NaCl 0,1 M, CO(NH2)2 0,1 M, C11H22O11 0,02 M
1)        Hitunglah massa Kristal yang diperlukan
2)        Timbanglah Kristal tersebut dengan tepat
3)        Masukkan kristal hasil penimbangan kedalam gelas kimia 100 ml dan tambahkan aquadest kedalamnya ± ½ gelas. Aduklah sampai larut.
4)        Masukkan larutan dalam gelas kimia tersebut ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquadest (sambil dikocok) sampai tepat garis batas 100 ml.

b.        Membuat larutan dengan pengenceran
1)        Ambil 10 ml larutan hasil percobaan A dengan pipet volume
2)        Masukkan dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquades sampai tepat garis batas 100 ml
3)        Hitunglah berapa konsentrasi larutan percobaan B tersebut !

c.         Membuat larutan dengan pencampuran
1)      Ambil 10 ml larutan percobaan “a” dan masukkan kedalam labu ukur 100 ml.
2)      Tambahkan larutan percobaan “b” ke dalam labu ukur sampai tepat garis batas 100 ml.
3)      Hitunglah berapa molaritas campuran larutan tersebut.

F.     Pembahasan
Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis.  Ada dua komponen utama pembentukan larutan, yaitu zat terlarut (solution), dan pelarut  (solvent). Dalam pembuatan larutan, dikenal larutan baku, dimana larutan baku  adalah larutan yang kepekaannya diketahui dengan tepat dan dapat dibuat melalui dua cara.  Kedua cara tersebut masing-masing tergantung dari penggunaan bahan baku. Bahan baku adalah bahan kimia yang dapat dipergunakan untuk membuat larutan baku primer dan untuk menetapkan kenormalan larutan baku sekunder.   Larutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri, sedangkan larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer dan biasanya melalui metode titrimetri.

1.         Pembuatan Larutan NaOH
Pada proses pembuatan larutan NaOH, dengan menembakan akuades ke dalam labu takar sampai pada titik tera, dan kemudian mengocoknya sampai homogen, maka terjadi reaksi ditandai dengan larutan menjadi panas, terjadi reaksi eksotermal, dan ketika diencerkan larutan menjadi bening. Reaksi kimia yang terjadi:
NaOH(s) + H2O HCl encer.

2.         Titrasi NaOH dengan HCl sebagai titran
Pada titrasi HCl terhadap NaOH, terlihat adanya perubahan warna ketika HCl ditetesi metil merah. Penggunaan indikator metil merah pada titrasi basa lemah dan amonium hidroksida karena memiliki pH 4,2 – 6,2. Perubahan warna menjadi kuning, kemudian berubah menjadi merah muda saat larutan HCl dan metil merah ditetesi NaOH. Untuk molaritas pengenceran didapatkan sebesar 0,02M. Reaksi kimia yang terjadi, yaitu :
HCl + NaOH NaCl + H2O
3.         Titrasi HCL dengan NaOH sebagai titran
Indikator fenoftalein memiliki pH antara 8 – 9,6 karena fenoftalein termasuk asam lemah dalam keadaan terionisasi. Perubahan warna yang terjadi adalah menjadi kuning, kemudian terjadi perubahan warna lagi setelah larutan NaOH dan HCl ditetesi fenoftalein dari buret dan warnanya menjadi merah muda. Molaritas yang dihasilkan adalah 0,03M. Reaksi yang terjadi, yaitu
NaOH + HCl NaCl + H2O

G.    Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :

1)        Proses yang digunakan untuk menentukan secara teliti konsentrasi suatu larutan dikenal sebagai standarisasi.
2)        Indikator yang digunakan dalam percobaan titrasi menentukan warna yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan indikator yang sesuai maka akan dapat terbaca sifat larutan tersebut.
3)        Hasil perhitungan didapatkan konsentrasi titrasi asam terhadap basa sebesar 0,02 M, titrasi basa terhadap asam sebesar 0,35 M



















Daftar Pustaka

Kartimi. 2012 . Penuntun Pratikum Kimia Dasar I . Jurusan IPA-Biologi , IAIN SNJ , Cirebon.
Purba, Michael. 2002. Kimia SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
 “LarutanBaku”. 09 Februari 20120. http:// /Praktekanalitik/Referensi/Referensi_Larutan/Index.php.htm (30 Oktober 2012)




               Cirebon, 1 Desember 2012
   Asisten Praktikum                                                         Praktikan



            Dewi Fortuna Rohmayudrani                                           Muhammad Taufik




Mengetahui,
Dosen Pembimbing


         Kartimi, M. P.d