BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur`an sebagai pendoman hidup
manusia. Ayat-ayat dalam al-Qur`an sudah menjelaskan tentang segala sesuatu di
muka bumi ini, termasuk mengenai proses penciptaan manusia. Bagaimana seorang
manusia dapat tercipta di dunia ini sebagai makhluk yang paling mulia di bumi.
Ada ayat-ayat yang menyatakan bahwa
manusia diciptakan dari tanah, ada pula ayat-ayat yang menjelaskan bahwa
manusia diciptakan dari tanah liat, tembikar, lumpur, sari pati tanah, sari pati
air yang hina, air yang tertumpah, dan mani yang dipancarkan. Untuk lebih
mengetahui mengenai hal tersebut maka dengan judul Penciptaan manusia kami
paparkan bagaima penciptaan manusia.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah
ini adalah mengacu kepada bagaimana penciptaan manusia di muka bumi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hadist Tentang Penciptaan Manusia
Abdullah bin Mas’uud r.a berakta.
Rasulullah SAW yang benar dan harus dibenarkan telah menerangkan kepada kami:
sesungguhnya seseorang terkumpul kejadiannya dalam perut ibunya empat puluh
haru beruma mani, kemudian berupa sekepal darah darah selama itu juga, kemudian
berubah berupa sekepal daging selama itu juga, kemudian Allah mengutus Malaikat
yang diperintah mencatata empat kalimat dan diperintah : Tulislah amalan,
rizqinya, ajalnya dan nasib baiknya atau sial (celaka), kemudian ditiup ruh
kepadanya. Maka sesungguhnya adakalanya seorang dari kamu melakukan amala ahli
sorga sehingga antaranya dengan sorga hanya sehasta, tetapi ada ketentuan dalam
surat pertama, tiba-tiba melakukan amal ahli neraka, dan adalanya seorang
berbuat amal ahli neraka sehingga antaranya dengan neraka hanya sehasta,
tiba-tiba dalam ketentuan suratannya ia berubah mengerjakan amal ahli sorga
(Bukhari, Muslim)
Allah memberi tahu kepada makhluk yang telah tercipta lebih
terdahulu, terutama para malaikat, bahwa Dia akan menciptakan khalifah
(penguasa atau Petugas) di muka bumi. Yang dimaksud dengan khalifah adalah
makhluk manusia dan yang pertamanya diberi nama Adam. Al-Quran telah
menyatakan bahwa Allah telah menciptakan seorang yang bernama Adam, yang
merupakan asal jenis manusia. Dan bahwa jenis manusia itu diciptakan dari tanah
kemudian ditiupkan rohnya maka jadilah wujud manusia. Di samping itu penciptaan
manusia pertama tidak melalui proses dari kecil atau bayi kemudian membesar
yang memakan waktu dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan atau tahun ke
tahun akan tetapi, ia tercipta secara “instan” langsung dalam bentuk besarnya
yang sempurna seperti yang ada. Dalam al-Quran juga dijelaskan bahwa
generasi manusia berikutnya setelah Adam tidak lagi diciptakan dari tanah.
Tetapi terbentuk dari sperma yang sekalipun bila ditelusuri ia berasal dari
tanah juga. Sebagaimana difirmankan dalam Al-Quran surat As-Sadjah ayat 7-9:
Artinya: Yang membuat
segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan
manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air
yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh
(ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati;
(tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
1. Penciptaan
manusia
Manusia setelah Adam diciptakan melalui beberapa fase
penahapan, fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara inti sel telur
dengan inti sel sperma. Dari ratusan juta sperma hanya satu yang berhasil
membuahi sel telur. Fertilisasi berlangsung di saluran telur, saat
fertilisasi kepala sperma menembus dinding sel telur sedangkan ekornya
tertinggal di luar. Selanjutnya inti telur dan inti sperma bersatu setelah
bersatu ovum menjadi zygote.
Tahap-tahap perkembangan embrio menjadi janin dan menjadi bayi yang siap
dilahirkan adalah sebagai berikut. Perkembangan janin dibagi dalam tiga
tahapan besar.
Pertama adalah perkembangan pada triwulan I, mulai dari
zygote terbentuk sampai janin berusia tiga bulan; perkembangan terpusat pada
perkembangan fungsi-fungsi organ, seperti otak, jantung, paru-paru. Pada
triwulan II (bulan empat, lima dan enam) pertumbuhan terpusat pada anggota
tubuh yaitu kaki, tangan, jari-jari, pada triwulan III, dapat dikatakan bahwa
pembentukan sebagian organ telah lengkap dari sperma hingga menjadi bentuk
janin memakan waktu selama 120 hari yakni sebagai berikut:
a. Tahap pertama, dalam bentuk sperma
yang meresap dalam tubuh perempuan atau kandungan ibu. Melalui proses selama
empat puluh hari (masa ngidam);
b. Tahap kedua, adalah dalam bentuk ‘alaqah yakni pembekuan atau
penggumpalan darah dan menempel di dinding rahim, melalui proses selama empat
puluh hari;
c. Tahap ketiga, adalah dalam bentuk mudhgah (embrio) yang melalui proses
selama empat puluh hari, sehingga semua proses tersebut berjumlah 120
hari atau empat bulan; dan kemudian;
d. Tahap keempat; adalah adanya roh
atau jiwa pada janin dan jadilah manusia.
Dengan demikian manusia setelah Adam dan Hawa, tidak lagi
tercipta dari tanah secara instan langsung menjadi manusia dewasa. Akan tetapi
ia tercipta dari sperma dan melalui proses dalam rahim di perut seorang ibu.
Kemudian manusia terlahir ke dunia dan menuju kematangan yang memakan waktu
cukup lama. Bahkan makhluk hewan lebih cepat matang dari manusia. Berbeda
dengan hewan, untuk bisa bicara dan makan serta berbicara, manusia memerlukan
waktu yang relatif tidak sedikit.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Al-Quran telah menyatakan
bahwa Allah telah menciptakan seorang yang bernama Adam, yang merupakan asal
jenis manusia. Di samping itu penciptaan manusia pertama tidak melalui
proses dari kecil atau bayi kemudian membesar yang memakan waktu dari hari ke
hari bahkan dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun akan tetapi, ia tercipta
secara “instan” langsung dalam bentuk besarnya yang sempurna seperti yang
ada. Dalam al-Quran juga dijelaskan bahwa generasi manusia berikutnya setelah
Adam tidak lagi diciptakan dari tanah. Manusia setelah Adam diciptakan melalui
beberapa fase penahapan, fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara
inti sel telur dengan inti sel sperma.
Perkembangan janin dibagi dalam tiga
tahapan besar. Pertama adalah perkembangan pada triwulan I, mulai dari zygote
terbentuk sampai janin berusia tiga bulan; perkembangan terpusat pada
perkembangan fungsi-fungsi organ, seperti otak, jantung, paru-paru. Pada
triwulan II (bulan empat, lima dan enam) pertumbuhan terpusat pada anggota
tubuh yaitu kaki, tangan, jari-jari.
B. Saran-saran
Kami menyadari
akan kekurangan dalam makalah ini, maka pembaca dapat menggali kembali
sumber-sumber lainnya, untuk menyempurnakannya. Jadi kami harapkan kritik yang
membangun dari anda sekalian, untuk kami lebih bisa baik dan sempurna lagi
dalam pembuatan makalah ini selanjutnya
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
Latif Faqih, Rahasia Segitiga
Allah-Manusia-Setan, Jakarta Selatan, Hikmah (PT Mizan Publika), 2008


