Jumat, 07 Desember 2012


LAPORAN PRAKTIKUM


PEMBUATAN LARUTAN


Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu

Mata Kuliah          :  Praktikum Kimia Dasar I
Dosen                   :  Kartimi, M. Pd








                                                                                                               




Oleh :



MUHAMMAD TAUFIK
07460901





JURUSAN TARBIYAH / IPA BIOLOGI





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2012


PRAKTIKUM III
PEMBUATAN LARUTAN
A.    Kompetensi Dasar
Mahasiswa mampu memahami larutan dan prinsip-prinsip stoikiometri

B.     Tujuan
1.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan berbagai konsetrasi
2.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan pengenceran berbagai konsentrasi
3.         Mahasiswa mampu membuat larutan dengan pencampuran berbagai konsentrasi

C.    Dasar Teori
Cara membuat larutan aplikasinya banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin anda pernah membuat air the manis. Untuk menghasilkan larutan yang sesuai dengan yang diharapkan tentu anda harus bisa mencampurkan bahan-bahan dengan komposisi yang sesuai. Keterampilan membuat larutan tentu sangat banyak manfaatnya baik dilabolatorium maupun dibidang industri.
Molaritas (M) adalah suatu konsentrasi yang mengukur banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Dapat ditulis dengan rumus :


Rounded Rectangle:     atau
 




Membuat suatu larutan untuk suatu eksperimen dapat dilakukan dengan melarutkan zat padat (Kristal) atau dengan melakukan pengenceran larutan konsentrasi tinggi menjadi konsentrasi rendah. Pengenceran adalah penambahan zat pelarut kedalam suatu larutan, sehingga konsentrasi larutan menjadi lebih kecil dengan menambahkan air (pelarut). Dengan rumus :
                                            
Rounded Rectangle: M1.V1 = M2.V2Dimana :
M1 = Molaritas mula-mula
V1 = Volume larutan mula-mula
M2 = Molaritas akhir (setelah pengenceran)
V2 = Volume akhir (setelah pengencer)

Adapun dua atau lebih larutan sejenis jika dicampur maka molaritas campuran dapat dihitung dengan menggunakan rumus :



Rounded Rectangle:
 




D.    Alat dan Bahan

ALAT  :



Neraca
1 buah
Labu ukur 100 ml
1 buah
Gelas Kimia 100 ml
1 buah
Kaca Arloji
1 buah
Pengaduk
1 buah
Pipet volume 10 ml
1 buah




BAHAN  :



·         NaCl



·         CO(NH­2)2



·         C11H22O11




E.     Langkah Kerja
a.         Membuat larutan NaCl 0,1 M, CO(NH2)2 0,1 M, C11H22O11 0,02 M
1)        Hitunglah massa Kristal yang diperlukan
2)        Timbanglah Kristal tersebut dengan tepat
3)        Masukkan kristal hasil penimbangan kedalam gelas kimia 100 ml dan tambahkan aquadest kedalamnya ± ½ gelas. Aduklah sampai larut.
4)        Masukkan larutan dalam gelas kimia tersebut ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquadest (sambil dikocok) sampai tepat garis batas 100 ml.

b.        Membuat larutan dengan pengenceran
1)        Ambil 10 ml larutan hasil percobaan A dengan pipet volume
2)        Masukkan dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquades sampai tepat garis batas 100 ml
3)        Hitunglah berapa konsentrasi larutan percobaan B tersebut !

c.         Membuat larutan dengan pencampuran
1)      Ambil 10 ml larutan percobaan “a” dan masukkan kedalam labu ukur 100 ml.
2)      Tambahkan larutan percobaan “b” ke dalam labu ukur sampai tepat garis batas 100 ml.
3)      Hitunglah berapa molaritas campuran larutan tersebut.

F.     Pembahasan
Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis.  Ada dua komponen utama pembentukan larutan, yaitu zat terlarut (solution), dan pelarut  (solvent). Dalam pembuatan larutan, dikenal larutan baku, dimana larutan baku  adalah larutan yang kepekaannya diketahui dengan tepat dan dapat dibuat melalui dua cara.  Kedua cara tersebut masing-masing tergantung dari penggunaan bahan baku. Bahan baku adalah bahan kimia yang dapat dipergunakan untuk membuat larutan baku primer dan untuk menetapkan kenormalan larutan baku sekunder.   Larutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri, sedangkan larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer dan biasanya melalui metode titrimetri.

1.         Pembuatan Larutan NaOH
Pada proses pembuatan larutan NaOH, dengan menembakan akuades ke dalam labu takar sampai pada titik tera, dan kemudian mengocoknya sampai homogen, maka terjadi reaksi ditandai dengan larutan menjadi panas, terjadi reaksi eksotermal, dan ketika diencerkan larutan menjadi bening. Reaksi kimia yang terjadi:
NaOH(s) + H2O HCl encer.

2.         Titrasi NaOH dengan HCl sebagai titran
Pada titrasi HCl terhadap NaOH, terlihat adanya perubahan warna ketika HCl ditetesi metil merah. Penggunaan indikator metil merah pada titrasi basa lemah dan amonium hidroksida karena memiliki pH 4,2 – 6,2. Perubahan warna menjadi kuning, kemudian berubah menjadi merah muda saat larutan HCl dan metil merah ditetesi NaOH. Untuk molaritas pengenceran didapatkan sebesar 0,02M. Reaksi kimia yang terjadi, yaitu :
HCl + NaOH NaCl + H2O
3.         Titrasi HCL dengan NaOH sebagai titran
Indikator fenoftalein memiliki pH antara 8 – 9,6 karena fenoftalein termasuk asam lemah dalam keadaan terionisasi. Perubahan warna yang terjadi adalah menjadi kuning, kemudian terjadi perubahan warna lagi setelah larutan NaOH dan HCl ditetesi fenoftalein dari buret dan warnanya menjadi merah muda. Molaritas yang dihasilkan adalah 0,03M. Reaksi yang terjadi, yaitu
NaOH + HCl NaCl + H2O

G.    Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :

1)        Proses yang digunakan untuk menentukan secara teliti konsentrasi suatu larutan dikenal sebagai standarisasi.
2)        Indikator yang digunakan dalam percobaan titrasi menentukan warna yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan indikator yang sesuai maka akan dapat terbaca sifat larutan tersebut.
3)        Hasil perhitungan didapatkan konsentrasi titrasi asam terhadap basa sebesar 0,02 M, titrasi basa terhadap asam sebesar 0,35 M



















Daftar Pustaka

Kartimi. 2012 . Penuntun Pratikum Kimia Dasar I . Jurusan IPA-Biologi , IAIN SNJ , Cirebon.
Purba, Michael. 2002. Kimia SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
 “LarutanBaku”. 09 Februari 20120. http:// /Praktekanalitik/Referensi/Referensi_Larutan/Index.php.htm (30 Oktober 2012)




               Cirebon, 1 Desember 2012
   Asisten Praktikum                                                         Praktikan



            Dewi Fortuna Rohmayudrani                                           Muhammad Taufik




Mengetahui,
Dosen Pembimbing


         Kartimi, M. P.d



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar